Senin, 19 November 2018

Internet

Saya mungkin salah satu manusia di bumi yang berfikiran bahwa yang mahal itu hanya untuk teknologi stuff, karena di era yang semua serba teknologi ini kemampuan akses peralatan teknologi baik itu gadget mau-pun personal computer harus cepat dan pintar, dalam artian pintar adalah tidak mudah lelet dan memiliki daya recovery yang baik dan proteksi yang unggul agar tidak mudah terserang virus. Dengan alasan tersebut akhirnya saya membeli (dibelikan orang tua) iphone 7 di awal 2017, salah satu smartphone terbaik di masanya (tidak ada niatan sombong sama sekali, demi tuhan).

Sebenarnya tidak banyak hal yang saya butuhkan dalam menggunakan gadget, hanya untuk sosial media, games, serta beberapa aplikasi dan browser yang bisa menggunakan smartphone dengan harga yang lebih murah daripada smartphone saya sekarang namun seperti alasan di atas, cepat dan pintar karena koneksi internet agar cepat salah satunya dipengaruhi oleh alat yang digunakan. 

Berbicara pemanfaatan internet hari ini luar bisa maraknya dan beragam, saya punya agak banyak aplikasi sosial media di smartphone saya dari twitter sampi tinder yang sebenarnya cuma 3 sampi 4 sosial media yang benar-benar saya gunakan. Hal ini semata hanya untuk mendaptkan informasi lebih ketika berbicara dengan orang lain terkait perkembangan sosial media, bahasa kerennya biar ga kudet.

Namun, Beberapa bulan terakhir saya merasa terganggu dengan konten-konten yang muncul di akun sosial media saya, baik itu instagram dengan konten sponsor-nya maupun konten video yang muncul di youtube. Dari sini saya mulai menyadari beberapa hal tentang cara bergeraknya dunia maya dalam menyerap informasi kita sebagai pengguna internet. 

Awalnya akun instagram saya tidak saya protect, namun sering terjadi hal yang aneh yaitu, beberapa kali sering muncul post-an dari akun yang berdasarkan perasaan saya yang sangat sensitif ini tidak pernah saya follow, hal ini terjadi berulang dan most of adalah akun-akun jualan. Terkadang instagram saya juga melakukan auto-unfollow, dan lagi menurut perasaan saya yang sensitif ini tidak pernah saya lakukan itu.

Berdasarkan informasi dari teman bahwa untuk menghindari itu akun instagram mending diprotect agar bot instagram tidak bisa melakukan kontrol terhadap akun kita, saya ikuti anjurannya. Namun sekarang instagram memiliki fitur untuk promote yang di-“sponsor”, iklan yang dipromosikan juga terkadang mirip dengan apa yang saya search di browser maupun instagram dan sayangnya hal ini tidak bisa diatasi dengan protect akun bahkan tidak ada jalan untuk pergi dari dilakukannya promosi yang masuk ke akun kita, tidak ada pilihan sama sekali selain menghapus instagram.

Selanjutnya, saya udah lama tidak mengunduh lagu karena sekarang tersedia aplikasi musik yang  membuat kita bisa mendengar lagu hanya dengan streaming, tapi kalau sedang di kosan youtube adalah pilihan terbaik untuk mendengarkan musik, karena koneksi internet tanpa kuota dan pc yang tidak usah takut kehabisan batre, hanya akan menyebalkan ketika PLN melakukan pemadaman bergilir.

Seringnya saya mendengarkan lagu di youtube hampir setiap saya berada di kosan, ada hal aneh lagi terjadi, pertama tampilan beranda selalu menampilkan hal yang berhubungan dengan video yang kita lihat, dan seakan mengerti video apa saja yang kita sukai. Awalnya biasa saja, tapi ketika mendengarkan lagu dan auto-play dijalankan lagu akan diacak dengan lagu-lagu itu melulu, sehingga untuk memulai kehidupan per-youtube-an yang baru saya harus menghapus history di akun youtube. Hal ini biasa saja, tapi cukup mengganggu bagi saya pengguna internet aktif. 

Karena beberapa alasan tersebut saya mencoba untuk membicarakan hal yang menurut saya serius ini dengan teman yang lebih paham dengan  internet beserta keluarganya, teman saya adalah mahasiswa teknik telekomunikasi di universitas telkom bandung.

Menurut penjelasan beliau bahwa ini adalah teknologi termutakhir di internet, semua pencarian yang kita lakukan di internet akan tersimpan dalam sebuah tempt penyimpanan kasat mata yang ntah di mana, dan akan melakukan sebuah proses ntah apa namanya sehingga terkoneksi dengan semua akun kita dengan email yang sama atau gadget maupun Pc yang kita gunakan sehingga akan menampilkan konten berdasarkan apa yang pernah kita cari. Hal ini membuat semua hal terlihat begitu pintar dan praktis, seakan mengerti apa yang kita sebagai pengguna butuhkan. Dan data ini sepertiny bisa diperjual-belikan kepada perusahaan yang bergelut dalam bidang bisnis barang dan jasa.

saya menarik kesimpulan lain bahwa ada siklus yang berputar dan menjebak kita dalam sebuah dunia imajiner sehingga kita tidak akan pernah keluar dari siklus tersebut jika tidak kita sadari. Maksudnya begini, kalau kita sering melakukan pencarian dengan keyword kebenaran flat earth maka konten yang sering sekali muncul adalah hal-hal yang mendukung flat earth sangat kecil kemungkinan akan muncul konten yang sebaliknya. Hal ini menjadi bahaya denga tingkat kemalasan manusia untuk mencari dan dunia maya memanjakan seperti ini kita terjebak dalam siklus yang sama, bagai tikus dalam tempurung, saya lupa istilahnya.

Akhirnya, berdasarkan apa yang ditampilkan kita menjadikan hal itu sebagai dasar kebenaran dan selalu kita pegang tenguh, tanpa melakukan perbandingan dengan hal yang berlawanan karena jika tidak dilakukan oleh kita sendiri maka internet secara otomatis akan menampilkan hal yang pernah kita lakukan pencarian. Internet seakan begitu terbuka, ternyata sama saja, mengekang kita, menjebak manusia dalam ilusi, hal yang diharapkan mencerdaskan ternyata sama saja, melakukan pembodohan. Seperti tindakan pemerintah pusat kepada daerah.




januari 2018.

Semoga Kelak Kembali


Putih itu awan
Laut ialah membiru
Gelap pada malam
Kuning kemerahan tanda untuk pagi
Mencari aman
Berselimut haru
Melepas yang digenggam
Karena semuanya berakhir untuk pergi.
-
-
-
Kamu tahu, sering Malang ku caci
Ingin pergi, dalam doa adalah pasti
Hari ini, benar harus pergi
Kemudian, dalam doa ku harap kembali.
Segala hal yang ada di sini, aku undur diri.
Terimkasih.

Untuk Aku

Untuk orang sepertiku
berharap adalah setiap udara yang ku hirup
impian adalah setiap kata yang ku lafalkan

Untuk orang sepertiku
Menunggu tidak akan pernah membosankan
Karena, aku terbiasa bersenda gurau dengan kesendirian
Karena, aku terbiasa bercerita bersama kesunyian

Untuk orang seperti aku
Cemas adalah kebutuhan
Dan iklas adalah nutrisi untuk bertahan

Untuk yang sepertimu, mungkin

Aku bukan jawaban.

Minggu, 16 September 2018

Bendungan sigura-gura 6, no. 15.

16 September 2018.

Memiliki daya ingat cukup baik terkadang menyusahkan, apalagi ketika berusaha untuk biasa saja dalam menghadapi kata berpisah. Pagi ini terbangun di ruang menyendiriku, seperti biasa tidak ada yang nampak benar-benar berbeda, disain barang-barang di ruang kecil inipun tidak ada yang berbeda karena kesannya akan selalu sama, yaitu berantakan. Aku benar-benar sudah tidak perduli tata letak ruangan lagi, toh semuanya akan segera ku karduskan bersama kenangan yang ada di sini untuk ku bawa pulang.

Untuk menyegarkan diri, beralih ke roof top kosan adalah cara terbaikku. Menyendiri saat mata hari terbit atau terbenam, ah entah kapan aku mulai semelankolis ini. Tempat ini indah, objeknya selalu sama tapi kesan yang diberikan akan selalu berbeda, percayalah! Ah tapi maaf aku sepertinya sudah tidak memiliki banyak waktu untuk mengajak kalian merasakan perasaan yang sama ketika di sini.

Hari ini rasanya memang berbeda, di atap ini biasanya ku habiskan untuk berfikir tentang “Apa kabar keluargaku? Apa mereka baik-baik saja?” atau “Bagaimana adik-adikku di komisariat, apakah setiap hari mereka mendapatkan nustrisi wacana yang cukup? Jangan sampai mereka tumbuh dengan sangat pragmatis” bahkan “Apalagi yang harus ku tuliskan untuk menyelesaikan skripsi ini?” hari ini berbeda, ada emosi yang ingin meluap keluar.

Tepat hari ini, 6 tahun 23 hari sudah aku di kota ini. Aku ingat sekali waktu itu tanggal 23 Agustus 2012, hari aku harus datang ke kota ini dengan alasan melanjutkan studi, tidak bersyukur yang dapat ku gambarkan kala itu. Menyedihkan, harus berkuliah di kota yang tidak pernah aku harapkan dan jauh, rasanya amat sangat jauh dari rumah ditambah dengan sederet kegagalan untuk berkuliah di kampus impan. Di pesawat, aku hampir menitikkan air mata tapi maaf aku masih sangat kuat kala itu, gairah remaja dengan gengsi dan ego yang diutamakan menjadi perisai terbaik untuk tidak menangis.

Kalian tenang saja, hari ini aku juga tidak berencana untuk menangis, tapi terkadang mataku berkaca-kaca ketika berada di roof top ini, pikirku hanya karena dinginnya udara kota ini bercampur dengan suhu tubuh bangun tidur yang masih hangat. Kalian harus tahu, aku sudah sangat hafal tentang diriku dan kota ini, setiap yang terjadi aku pasti tau. Jadi, yang aku katakan itu benar bahwa aku tidak berencana untuk menangis.

Ah, 6 tahun ini waktu yang lama tapi sebentar, lama untuk perkuliahanku dan sangat sebentar untuk aku menghabiskan waktu lebih lama di sini. Hari ini, aku bersyukur takdir melemparku jauh ke sini, tidak membiarkanku hidup sesuai rencana remajaku. Terlalu banyak hal yang harus aku syukuri alih-alih mencaci maki atas takdir yang mungkin memang sudah digariskan. Kalau tidak, aku mungkin akan selalu mengutamakan ego kebanding mengedepankan sisi simpati dan empati kemanusiaan. Hal terbaik dalam hidup adalah mengambil sisi positif dari tiap perjalanan yang kita mulai dan juga setiap yang kita mulai harus kita akhiri.

Malang santai sayang.
Adhan.

Senin, 03 April 2017

Terbatas

Imaji dijeruji
Dibiarkan mati
Tidak berhati

Kebebasan ditebas
Dibiarkan lepas
Tidak berbelas

Suara dibungkam
Dibiarkan karam
Tidak berderam

29 Maret 2017
(adhnn)

Jangan Lupa.


Kami pernah lelah
Bukan tak tau arah
Cuma istirahat
Tidak berarti minggat
Kami bosan taktik
Apalagi intrik.

Kami pernah memendam
Tapi tidak hanya diam
Memberi reaksi
Bukan tanpa subtansi
Tidak berhenti
Apalagi mati.

23 Maret 2017
(adhnn)

Tentang Kamu.


Rasa ini bukan dogma
Apalagi doktrin semata
Ia tumbuh sejak lama
Dari awal kita bertatap mata

Rindu ini semakin merajai
Mengingat tiap-tiap janji
Apalah arti mencintai
Jika bersama hanyalah mimpi

Semua ini tentang kamu
Menanam rasa, memupuk rindu.

03 april 2017
(adhnn)