tidak ada yang seharusnya diceritakan.
ketiadaan tersebut yang akhirnya memaksa untuk dituliskan.
kosong dan gelap.
tidak terlihat, tapi tampak melalui rasa.
tidak sendiri.
tapi ku tau sendirian.
hanya sendiri.
tapi ada suara-suara berbeda.
ini terlalu jauh untuk tidak berjalan, terlalu dekat dari awal perjalanan.
ini terlalu ramai untuk kesendirian, terlalu sepi untuk beranjak sendiri.
ini terlalu terang untuk terlelap, terlalu gelap untuk memahami.
Senin, 24 Oktober 2016
Selasa, 07 Juli 2015
mimpi
Jika diizinkan memilih,
ingin aku terjebak dalam mimpi.
Menggontrol semua apa yang terjadi,
sesuai kehendak sendiri.
Walau sesekali mimpi dikejar antah berantah hidup ini,
yang ku tau ini hanya mimpi.
memeluk mereka yang kucintai,
walaupun ini hanya mimpi,
setidaknya kasihku tersampaikan
dan rinduku terobati.
Senin, 02 Maret 2015
Kota Malang
Ini post pertengahan Tahun 2014 kemaren yang di Perbaharui.
Sebelum post saya bakal menggunakan "gue-lo" biar enak dibaca ya, soalnya ini lebih kayak cerita pengalaman, ga bahas politik atau apalah.
Malang, Jawa Timur.
Ini kali pertama gue ngeblog tentang malang, biasanya kota yang ga gue sebutin namanya :p.
Udah 2 tahun ni dimalang itungannya 4 semester ya dan tentu bentar lagi gue ke semester 5 karena ini udah di akhir semester banget (read: tinggal nunggu IP keluar).
Yuhu, seneng banget libuur tjuy. Dan hari ini H-1 gue balik kekampung kesayangan Pangkalpinang, Bangkabelitung. Tapi semakin deket hari H mudik ntah kenapa gue sedih, karena itungannya gue beberapa orang terakhir yang pulang dibanding anak-anak yang laen, kali ini rasanya sedih aja pengen ninggalin malang gatau kenapa. Apa lagi pas beberapa hari yang lalu liat post-postnya anak-anak yang pada balik kayak "yah mereka udah pada balik".
Kayaknya sekarang gue udah dapet rasa sama Malang, apalagi sekarang gue dapet lingkungan temen-temen yang gue banget, anak-anaknya seru, nerima gue apa adanya, yah selama di Malang mereka temen maen paling asik sih kayaknya.
Label:
Malang dan teman-teman.
Lokasi:
Malang Malang
Rabu, 06 Agustus 2014
Dimasa lengkap melengkapiku.
Dudukku kala gelap dan dingin berpadu.
Disepertiga malam terakhir.
Dingin memaksaku mengorek tiap goresan masalalu.
Mengajakku berjalan mundur perlahan.
Byte per-byte ingatan terkenang.
Terkadang tersenyum malu,
dan hampir meneteskan air mata.
Entah rasany ingin kembaliku.
Dimasa lengkap melengkapiku.
Disepertiga malam terakhir.
Dingin memaksaku mengorek tiap goresan masalalu.
Mengajakku berjalan mundur perlahan.
Byte per-byte ingatan terkenang.
Terkadang tersenyum malu,
dan hampir meneteskan air mata.
Entah rasany ingin kembaliku.
Dimasa lengkap melengkapiku.
Sabtu, 21 Juni 2014
Pergerakan yang dipenghujung usia.
Agent of change, social control, dan iron stock.
Tiga peran mahasiswa yang di agung-agungkan kala saya masih duduk disemester satu di bangku perkulihan. Menjadi agen perubahan, sebagai kontrol sosial, dan persiapan yang kuat. Jelas bahwa idealisme membara kala itu. Seiring berjalan waktu saya menjadi sdikit malu menyandang peran yang memiliki beban yang sangat berat ini, dikala kadar intelektual masih distandarisasikan pada transkip nilai deretan A, dikalah perhitungan gaji masa depan sudah diperhitungkan, dan yang paling malu dikala kita sebagai mahasiswa menutup mata, telinga apa lagi hati terhadap isu sosial, dimana masih banyak yang tidak memiliki pendidikan, dimana kesehatan masih menjadi barang- barang berharga. Saya malu ketika dalam penyelesaian masalah, mahasiswa sekarang masih sekedar perdebatan opini-opini didalam ruangan nyaman ber-ac.
Kala ini saya kira bukan konstitusi saja yang menjadi krisis, bahkan pergerakan mahasiswa terancam mati, saat penjajahan nikmat yang terasa, keterlenaan kita dalam kenikmataan semu sedangkan masih banyak mereka yang tidak bisa mengenakan -walau hanya- pakaian putih merah. Disaat masyarakat di peras keringatnya, di saat masyarakat diperbudak dinegeri sendiri. Kita masih dengan santainya dengan pola pikir "sekarang yang penting saya belajar yang pinter, lulus dengan cepat, kelak ketika sukses aku akan membenahi apa yang salah"
kawan, percayalah jika belum kau pijaki aspal yang panas ini sekedar berteriak tentang sedikit keadilan, jangan pernah bermimpi melawan sistem yang sudah mendarah daging, sedikit kita flashback pada tahun 65 saat penggulingan soekarno disana terdapat peran mahasiswa yang berteriak dijalanan, namun setelah itu masih banyak mereka yang terbuai dengan posisi-posisi yang mnguntungkan, apalagi kita ingat pada tahun 1998 dikala terlalu banyak mahasiswa yang meneriaki reformasi, bukan hanya aspal bahkan peluru menembus pejuang sebelum kita, sadarkah yang sekarang mengobrak-abrik negara ini ada gerombolan mereka yang beradu didepan senapan.
Jangan pernah bermimpi melawan sistem jikalau perjuangan belum pernah kau rasakan, teori keadilan john rawls-mu, kontrak sosial jj reusseu-mu tidak selalu bisa di linearkan dengan realitas sosial sekarang, berjuanglah walau hanya dengan tinta pena hitam. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, hidup Mahasiswa.
Rabu, 18 Juni 2014
Tugas Analisis Kebijakan
sebelumnya di Post ini saya mencoba untuk mengganti kata saya dengan "gue"gua"gw"w" karena terkadang "saya" terkesan kaku dan "aku" terkesan melow dan mencintai.
18 Juni 2014.
hari pertama ujian akhir semester ini, artinya gue udah di penghujung semester 4 dan bentar lagi bakal semester 5 dan ini arti im getting older yeah gue udah tua, tua banget.
Ujian pertama semester ini cuma dikasih tugas sama dosennya buat dikumpulin pas jadwal uas mata kuliah bersangkutan, yah cuma tugas, tugas yang bikin kepala puyeng tujuh keliling. yaitu penelitian dengan proposal dan laporan serta tetek bengek lainnya. (semester 4 akhir masih ngerasa penelitian itu susah, damn im not ready yet to face that fucking skrip-shit).
Di tugas kuliah kali ini menyiratkan gue bahwa konsep pembentukan kebijakan itu bagus banget dan amat sangat bagus, dimana ada formulasi, implementasi, dan terakhir evaluasi kebijakan (kalo dijelasin panjang jadinya), formulasi (you what its mean) tentu banyak pertimbangan hingga kebijakan ditentukan, namun...... kenapa implementasinya sering sekali gue temuin itu ga selaras sama formulasi kebijakan, dan di fase evaluasi juga pembahasan kegagalan jarang ada transparansi. ini kenapaa, ada apaa dengan manusia sekaliaaaaaan.yah namanya kebijakan yah, ibaratnya kalo manusia itu politik kebijakan bisa gue bilang salah satu alat vital, karena apa? dalam dunia politik kebijakan penting banget bisa jadi senjata dan bisa jadi pembunuh. huh, keliatan banget kan ya gue anak jurusan politik? yeah jelas anak politik semester 4 tjoy.
jangankan, kebijakan yang menyangkut kehidupan publik yang sering bikin gue pusing. kadang kebijakan hati yang masih dampaknya buat gue sendiri aja hadeuh rasanya kalo di bagian evaluasi kebijakan-kebijakan hati yang udah gue implementasiin pasti banyak banget bagian yang failed dan eug ga ngebenerinnya.
lo bayangin aje, 4 semester atau 2 tahun gue kuliah dan gue belom pernah pacaran (yah yang terakhir berakhir di semester satu) maksudnya pacaran sama anak kampus gitu. bayangin aje, rasanya masa kuliah gue belom lengkap, masih ada space yang kosong. kalo kata aktivis banget si Gie Buku, pesta, dan cinta nah space cinta gue masih kosong banget nih. beberapa orang mikir gue masih ngarepin doi yang dulu, yah sedikit kadang adalah terlintas, tapi sekarang gue kayak lebih "let it flow aja, kalo emang doi yang terbaik ye ntar juga bisa bareng lagi" jadi yah sekarang lagi nyari-nyari aje yang pas walau kadang rasanya zuzah bet.
kadang gue juga jadi takut bakal kayak om owo, jadi politisi tapi space cintanya kosong ampe ntar pas udah tua, kan serem yak.
udeh ah coretan ga jelas ini, yang penting sekarang kelarin kuliah dulu, mau pinter mau bego yang penting dapet ijazah s1 ipknya gede terus kasih ke orang tua dah biar mereka seneng nah abis itu baru dah gue bakal jalanin hidup as i wish :))) pos ini cuma buat refreshing otak doang lagi stuck mau nulis apa di laporannya, soalnya kalo nge-blogkan bahasanya bebas tuh ga perlu baku jadi otak bisa ngejalar kemanapun dia mau, kalo laporan? shit gue harus ngecheck lagi kata perkata takutnya ada bahasa yang kurang ilmiah :"
kenapa kuliah ribet sih?
coretan anak semester 4 nih, ohya beberapa temen gue udah mikirin buat skripshit dan gue masih disini, duduk manis depan komputer buat maen game sekali-sekali nyari yang bisa menuhin space cintanya gue. maap banget kalo judul sama isinya ga nyambung, namanya juga post ngawur. matursuwun.
Minggu, 08 September 2013
Kembali ke Kota itu.
Seperti biasa, hari dimana terasa ada sebagian diriku yang tidak menginginkannya.
Entah, sudah satu tahun berlalu kota itu belom juga memberikan kenyamanan padaku.
Selalu sebagian diriku meronta untuk tidak kesana.
Namun apa daya, banyak hal yang mengharuskan.
Disudut ruang tunggu ini, masih ku rasa sepi.
Padahal masih terngiang suara beberapa teman.
Namun, selalu ku rasa sepi ketika berada diruangan ini.
Entahlah, entah memang kotanya yang tidak menyamankanku atau memang diriku yang menutup diri untuk nyaman.
Langganan:
Postingan (Atom)